Pemain drum studio Ricky Lawson dikabarkan meninggal dunia pada Senin (23/12) dalam usia 59 tahun. Lawson merupakan musisi yang pernah berkolaborasi dengan musisi seperti Michael Jackson, Eric Clapton, Phil Collins, dan Whitney Houston. Lawson meninggal di rumah sakit Los Angeles setelah mengalami pembesaran arteri otak. Menurut paman dari Lawson, Paul Rise, Lawson dilepaskan dari alat penunjang hidupnya 10 hari setelah diagnosis pembesaran arteri otak, kemudian meninggal pada pukul 7 malam. Ia dirawat di Pusat Medis Long Beach memorial, California.

Musisi asal Detroit ini belajar bermain drum pada usia 16 tahun dan masuk ke bisnis musik sebelum lulus dari SMA di Cooley High School. Ia menjadi salah satu musisi rekaman terbaik di Amerika Serikat pada era 1980-an. Beberapa karyanya muncul misalnya di lagu I Will Always Love You versi Whitney Houston.

Lawson juga pernah tampil bersama Al Jarreau, George Benson, Bette Midler, Quincy Jones, dan lain-lain. Pada tahun 1986 Lawson memenangkan piala Grammy atas karyanya di lagu instrumental R&B, And You Know That, bersama grupnya Yellowjackets.

Lawson mengalami disorientasi dalam penampilannya tanggal 13 Desember 2013 lalu, sebelum kemudian didiagnosa mengalami kelainan jaringan otak.

Melalui akun Twitter, penabuh drum Questlove Jenkins dari The Roots menyebut Lawson sebagai “The Master” pada 18 Desember, disertai pesan dan doa untuk kesembuhannya. Penabuh drum Sheila E menulis di Twitter-nya pada Selasa (24/12) “Kita kehilangan seorang pria luar biasa, pemain drum, ayah, saudara, dan anak laki-laki, Ricky Lawson. Ia meninggal kemarin, mari berdoa untuk keluarganya, kami merindukanmu.” (*/Ven/gatra)