Kegiatan intelijen Amerika Serikat yang selama ini tabu, kian digemakan Upaya untuk mengungkap dugaan kegiatan telik sandi AS terhadap sejumlah negara berlanjut setelah suara mantan anggota Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Edward Snowden, memanaskan telinga Pemerintah Abang Sam.

Pekikan Snowden segera direspon sejumlah media massa. The Guardian, jawatan pers berpengaruh di Inggris, sampai-sampai harus menghadapi ancaman Perdana Menteri David Cameron setelah menyeruakkan sejumlah informasi yang berhasil dicuri Snowden dalam sejumlah laporan.

Satu pekan lalu, Inggris –sekutu setia AS di bidang intelijen– menahan seorang jurnalis yang berpusat di Brasil dan bekerja untuk surat kabar London itu. Jurnalis yang bersangkutan, Green Grenwald, memimpin peliputan soal bocoran-bocoran rahasia intelijen oleh Snowden yang didapat dari David Miranda.

Polisi Inggris mengatakan dokumen-dokumen yang disita dari Miranda tergolong “sangat sensitif” dan bisa membahayakan nyawa orang jika diungkapkan.

Akibat desakan sana-sini, Guardian pun menyerah. Pada pekan lalu, mereka menghancurkan peralatan komputer yang berisi berkas-berkas Snowden setelah diancam dengan kemungkinan tindakan hukum oleh para penasihat senior pemerintah Inggris.

Tak hanya itu, Guardian kemudian menjalin kerjasama dengan media massa AS, The New York Times. Nantinya, jawatan pers New York itu bisa mengakses dokumen-dokumen yang diperoleh Guardian.

“Dalam keadaan tekanan yang intens dari pemerintah Inggris, The Guardian memutuskan membawa mitra AS untuk menggarap dokumen terkait GCHQ yang diserahkan Edward Snowden. Kami bekerja secara kemitraan dengan NYT dan media lainnya untuk terus melaporkan kisah-kisah ini,” ungkap Guardian dalam sebuah pernyataan.

Kasus ini malah tidak meredakan ketegangan dunia telik sandi dan dunia pers. Bukannya mendapat sokongan, Inggris justru dihantam badai kecaman, khususnya dari media massa negara-negara Eropa bagian utara.

Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada PM David Cameron dan diterbitkan Ahad pekan lalu, para editor sejumlah surat kabar di negara-negara Nordik mengatakan penahanan Miranda dan tindakan terhadap Guardian merupakan sikap yang merongrong kebebasan pers di seluruh dunia.

Tapi ternyata, upaya pengungkapan kegiatan telik sandi AS tak hanya terjadi di Inggris. Di Jerman, mingguan berpengaruh Der Spiegel, pun ikut-ikutan menghidangkan saripati dokumen yang berhasil disadap Snowden. Dalam laporan yang baru saja dipublikasikannya (25/8), Der Spiegel mengungkapkan adanya kegiatan telik sandi yang dilakukan AS terhadap –tak tanggung-tanggung– markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Uni Eropa (UE), serta sejumlah kedutaan dan konsulat negara-negara di dunia.

Der Spiegel meluncurkan berita yang sebagian di antaranya mengungkap dokumen-dokumen yang sukses disalin oleh Snowden dari komputer-komputer NSA. Dokumen itu antara lain mengungkapkan rencana-rencana misi Uni Eropa, infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki kelompok negara Eropa itu sekaligus penyedia layanan teknologi informasinya.

Menurut dokumen yang dirilis itu, NSA juga melancarkan penyadapan terhadap lebih dari 80 kedutaan besar dan konsulat negara di seluruh dunia melalui program yang disebut sebagai “Special Collection Service”.

“Pengintaian itu dilakukan secara terus-menerus dan sangat teratur serta hanya sedikit atau tidak ada hubungannya sama sekali dengan penangkalan teroris,” demikian tulis Der Spiegel. Tapi, hingga kini belum ada respon apapun dan dari siapapun terhadap laporan Der Spiegel.

Tak hanya Guardian dan Der Spiegel. Jawatan pers yang juga mencoba mengungkap kegiatan intel AS yang terkenal sangat mahir itu juga setidaknya dilakukan oleh Washington Post (AS) dan The Independent (Inggris). Tapi, untuk nama terakhir, Snowden dengan tegas membantah telah berhubungan dengan para jurnalisnya. Menurut pesakitan yang hingga kini masih ‘singgah’ di Rusia itu, berita yang diturunkan The Independent keliru. Pun, hal senada diungkapkan Grenwald yang mengaku tak pernah mendengar isi laporan Snowden yang dikutip The Independent.

Arus lalu lintas informasi pembocoran rahasia yang dilakukan oleh Snowden dan dirilis sejumlah media itu telah membuat malu AS karena program-program pengintaian yang selama ini dijalankannya telah ditelanjangi. Sesaat kemudian, Washington mengklaim operasi pengintaian yang dilakukannya itu masih dalam koridor hukum dan bahwa pembocoran rahasia itu telah merusak keamanan nasional. (Berbagai Sumber) – MetroTVNEWS