Pagi tadi, usai sholat subuh, saya dikagetkan dengan sebuah kabar duka. Seorang kawan, yang baru saja menetap kembali di Semarang, Djoko Moernantyo, dipanggil menghadap Tuhan. Menurut kabar yang tertulis di timeline halaman FaceBooknya, beliau kena serangan jantung jam 11:30 kemarin malam (04/03/2017).Tentu Sangat mengagetkan. Pekan lalu saya baru saja bicara lumayan lama via telpon dengan beliau. Selain menanyakan kabar, saya mengutarakan niat akan berkunjung ke rumahnya di Semarang, sekalian mau melihat bisnisnya yang baru saja dibuka, Angkringan “Lek Jow”.

Berteman dengan beliau memang belum terlalu lama. Ya, kira-kira baru 17 tahun-an. Tahun 2000 hingga 2005 sempat ngantor bareng di anak perusahaan group Sinar Mas, PT Praisindo Dotcom, di Jl MH. Thamrin. Kemudian berpindah ke Kuningan, Tebet, dan Bendungan Hilir.

Lepas dari kantor yang sama, kami selalu berkomunikasi. Kebetulan kami memiliki hobi yang sama dalam segmen bisnis, hiburan dan musik. Dibidang musik, beliau memang lebih intens. Melalangbuana menjadi wartawan, penulis, hingga terakhir saya dengar dia menjadi seorang music-coach. Sebuah profesi yang menurut saya jarang terdengar. Atau memang saya saja yang kuper..

Dia bercerita, seorang promotor musik yang ingin mendatangkan group atau musisi ke Indonesia, selalu meminta pendapat beliau. Tidak hanya itu, label yang menangani musisi pendatang baru yang ingin rekaman juga minta komentar dari dia.

Komentar tentang musik dan seluk-beluknya memang kadang pedas. Lewat blogpribadinya, airputih.wordpress.com, dia kerapkali menuangkan uneg-unegnya tentang musik. Tidak sedikit, band dan penggemarnya protes lalu memaki-maki dilaman tersebut. Djoko tetap cuek, nggak peduli, dan membalasnya dengan komennya yang santai, lalu lanjut melakukan “aksi menulisnya”.

Sekitar tahun 2005, saya dan dia mencoba membuat “Cloting-an” berlabel “Krokus,Inc”. Hasil produksinya kami lempar ke beberapa distro di Jakarta dan Bandung. Namun, karena hanya bisnis “sampingan”, produksi T-Shirt tidak berlanjut hingga kami sepakat menutupnya.

Semangat berbisnisnya terus berkobar. Terakhir saya dengar dia mencoba membuat Angkringan di kota Semarang.

Angkringan sudah berjalan beberapa bulan, dan saya bulan ini berencana menyambangi-nya kesana. TIKET PP sudah kami beli. Saya bersama teman baik saya, Beni F Rokhman, ingin bertandang kesana. Selain menyambangi, kami juga berniat menggagas bisnis bersama. Namun, Allah Subhanahuwatala, Tuhan Yang Maha Esa, berkehendak lain. Djoko segera dipanggil menghadap-Nya.

Selamat jalan kawan..
Terima kasih atas pertemanan yang menyenangkan dan sudah terjalin belasan tahun.

Gue sama Beni akan tetap kesana akhir bulan ini, pengen ketemu elu meski cuma hanya ketemu dengan pusara bernamakan elu… 🙁