DearĀ  kawan, apakabar? semoga selalu sehat dan lancar dalam segala aktivitas. Aamiin.

Akhirnya gatel untuk nulis lagi:) Oh ya, Anda pasti pernah melihat, sebuah koran yang dipasangin iklan sebesar “gaban” alias iklan jaket. Jadi koran atau media tersebut di dibalut jaket lain yang dipasangin iklan. Kita sudah bisa tebak, berapa biaya pasang iklannya..:) Apalagi medianya adalah media yang menjadi Top Media, alias media yang memiliki tiras besar.

Jika diperhatikan, biasanya pengiklan menggunakan media tersebut untuk mengiklankan produk terbarunya, misalkan produk otomotif, smartphone, hingga operator selular yang promosi produk/jasa/layanan terbarunya.

Untuk daya keterbacaan, sudah pasti sangat efektif. Anda bisa bayangkan jika pelanggan koran tersebutĀ  di Indonesia 100 juta pelanggan, maka sepasang mata dari 100 juta pasti melihat iklan tersebut. Dengan tampilan/desain yang cukup besar, daya keterbacaan juga semakin tinggi. Artinya eksistensi iklan tersebut pasti menjadi perhatian dan kadang menjadi pesan berantai.

Kita juga bisa bandingkan, apabila perusahaan tersebut mengiklankan produk terbarunya hanya 1/4 halaman, apalagi dihalaman advetorial/klasika, maka nilai keterbacaan bisa tereduksi hingga 90 %. Alias iklan dipasang, “mata” konsumen lewat begitu saja.

“Tapi, kan mas.. mahalnya luar biasa iklan tersebut,” kata adik kelasku saat kita berdiskusi. Ya, sudah pasti iklan tersebut berbiaya mahal , namun dari segi efektivitas bisa sangat “menonjok”. Anda bisa berhitung, dalam sebulan Anda berikan 4-6 kali di halaman dalam, dalam segi efektivitas belum bisa mengalahkan iklan didepan yang “membungkus” media tersebut. bahkan kalo desainnya bagus, iklan Anda bisa dikira menjadi laporan utama/bahasan utama media tersebut.

jagakarsa- jakarta, 29 oktober 2012