Anda pasti ingat saat walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), menonton pertunjukkan “Linkin Park” di Senayan beberapa waktu lalu. Sebelumnya Jokowi juga muncul di pagelaran musik rock di solo yang bertajuk “Rock in Solo” yang digelar di Alun-Alun Utara Kota Solo. Dia tiba-tiba menerobos kerumunan dan menyeruak ke bagian tengah  konser dan disalami ratusan penonton. Puluhan wartawan yang mengabadikan momen itu pasti beruntung, karena kejadian tersebut cukup langka di  tanah air. Dimana seorang pejabat negara ikutan goyang dalam hentakan musik metal. Tidak cukup itu, kabarnya Jokowi juga menonton konser musik cadas, “Lamb of God” di Singapura. Juga, menurut pengakuannya, dia juga hadir dalam konser musik  Deep Purple tahun 1975 di Senayan, Jakarta.

Beberapa waktu lalu Jokowi terpilih menjadi Gubernur Jakarta. Melalui hasil perhitungan suara “quick count”, Jokowi yang alumnus UGM berhasil menduduki tahta sebagai Gubernur Ibukota negara, Jakarta. Masyarakat pun terhentak dan kaget Jokowi bisa menang dalam dua putaran melawan gubernur Incumben, Fauzi Wibowo (Foke). Apalagi pada putaran terakhir, Jokowi yang hanya didukung dua partai politik bisa “menghempas” suara Foke yang saat itu didukung partai-partai besar.

Jokowi memang dikenal sebagai pribadi yang sederhana, berintegritas  dan tidak neko-neko (macam-macam). Sukses Jokowi mengusung Solo sebagai daerah percontohan berbagai kasus perkotaan, seperti masalah PKL, soal kesehatan dan Pendidikan membuat masyarakat simpatik terhadapnya. Jokowi juga sukses mengenalkan mobil Asemka karya anak SMK yang akan dijadikan mobil nasional. Langkah-langkah politiknya taktis, strategis dan cepat, sehingga dalam beberapa tahun masa kepemimpinannya, Jokowi sukses membawa banyak perubahan.

Lalu apakah kaitannya dengan musik? Dalam sebuah wawancara dengan majalah Rolling Stones, Jokowi mengatakan kesukaannya terhadap musik rock yang bertempo cepat, heavy metal. Menurutnya, musik secara tidak langsung bisa mempengaruhi sikap dan karakter seseorang dalam kehidupannya.  Apalagi, musik metal dan rock banyak yang memiliki  syair  penyemangat dan menyuarakan perubahan.

Dalam Pilkada kemarin, Jokowi dan pasangannya Basuki Purnama (Ahok) sempat satu panggung dengan legenda musik rock Indonesia, Ahmad Albar dan seluruh personel GodBless. Jokowi  sangat mengenal GodBless meskipun diakuinya sebelumnya belum pernah berjumpa secara langsung, hingga dalam acara Halal-Bihalal beberapa waktu lalu mereka akhirnya sepanggung.  Dan tidak disangka, Jokowi hafal betul  beberapa lagu GodBless, seperti “Balada Sejuta Wajah” dan “Semut Hitam”.

Jokowi dan musik tidak bisa dipungkiri ikut melambungkan popularitasnya dalam Pilkada kemarin. Jokowi dengan icon baju kotak-kotaknya sangat digandrungi anak-anak muda. Tidak sulit kita temui, anak muda (mahasiswa dan pelajar) menggunakan baju kotak-kotak ala Jokowi dalam berbagai aktivitas mereka, termasuk saat ke sekolah atau ke kampus, juga di mall-mall di Jakarta dan bahkan luar Jakarta seperti Bandung dan Yogyakarta. “Seragam” Jokowi menjadi semacam “perlawanan” anak muda terhadap jalannya birokrasi kota yang korup dan berantakan.

Dalam perjalanannya menuju kursi DKI 1, Jokowi yang seorang penggemar musik juga sempat mengalami “benturan” dengan Icon musik aliran Dangdut, Rhoma Irama. Jokowi yang juga penggemar berat si Raja Dangdut tersebut malah sempat disinggung sebagai calon  pemimpin yang tidak layak dipilih. Dalam sebuah percakapan live di salah satu stasiun TV, Jokowi dengan gayanya yang rendah hati menyapa dengan lembut penyayi kegemarannya tersebut. Jokowi malah menganggap tidak ada persoalan dengan pernyataan Rhoma tentang dirinya. Bahkan, Jokowi juga  sempat menyanyikan bait lagu karya Rhoma, sayang saat dirinya meminta “bang haji” menyanyi, artis pujaannya menolak.

Musik memang menyiratkan sebuah rasa, mulai dari kejujuran, kecintaan, impian hingga kekonyolan. Musik bisa menjadi bahasa universal yang menyatukan dan bahkan memecah-belah. Namun bagi yang memahami musik sebagai sebuah seni, musik menjadi suara kejujuran yang menyatukan.  Dan Jokowi sangat memahami hal ini, makanya dia tidak malu-malu mengatakan sangat gandrung dengan musik Soneta, Suju,  GodBless hingga Metallica. Baginya, musik adalah penyemangat hidup, dan bisa menjadi alat komunikasi yang baik dalam mengungkapkan kejujuran hati. Dan lewat musik, Jokowi baru saja membuktikannya. [lysthano.com/foto:vivanews]