kue-opera-coklatSelaku penghuni Tebet sedari kecil, saya selalu mengamati perkembangan wilayah ini. Mulai dari jalan kecil menjadi jalan besar, selokan menjadi kali hingga lokasi penghijauan menjadi pom bensin dan tempat cuci mobil.  Perkembangan wilayah kecil di Selatan Jakarta ini cukup fantastis, bisa dibilang semua ada disini. Apalagi, Tebet merupakan wilayah yang bisa ditempuh dari berbagai penjuru.

Hari ini saya kebetulan lewat Jl Tebet Barat dan menyaksikan deretan resto dan tempat usaha baru bermunculan. Salah satunya adalah toko yang menjual Coklat, yang dikenal dengan Dapur Coklat. Gosip mereka membuka cabang di Tebet memang sudah berhembus lama, apalagi saya penikmat coklat. Gerai pertama mereka di Menteng kerap saya kunjungi jika sedang kepingin coklat atau ingin memberikan Saudara hadiah yang sedang merayakan kebahagian (HUT) dengan coklat.  Nggak disangka kini gerainya sudah “merapat” ke TEBET.

Entah kenapa saya tidak tahu, ternyata di Tebet sudah ada gerai coklat yang Cihuy dan nikmat. Namanya, Cheese Cake Factory. Dulu gerainya masih kecil, lokasinya nyempil di salah satu ruangan di bangunan perkantoran di Sebelah SMA 26. Karena memang rasanya mantap, model marketing dari mulut kemulut (WOM) pun mewabah. Jadilah outlet ini dikenal banyak orang. Jualannya pun bervariasi dengan harga yang relatif murah. Tidak heran pada saat saya dulu berkunjung kesana, gerombolan anak SMA (mungkin SMA 26) sedang menikmati kue coklat berukuran kecil, harganya kisaran 15 ribuan tapi bisa dimakan 2 orang :).

Gerai Cheese Cake Factory berkembang menjadi besar dan mengambil tempat kira2 300 meter dari tempat lamanya, tentunya dengan ukuran yang besar. Lokasi strategis dipilihnya di pertigaan dekat bubur ayam Sukabumi yang terkenal enak itu. Ruarrr biasa, konsep bangunan dibuat berlantai 3, dengan desain kontemporer (sayang parkirnya kecil:) cukup nyaman dikunjungi. Dan memang, kini makin ramai, apalagi ketika hari raya. Deretan pembeli ngantri sampai keluar. Dahsyat. Jalanan Tebet Barat pun macet total. Saya sempat ciut ketika melihat antrian panjang dan macet sehingga bingung untuk parkir mobilnya. Akhirnya saya belokkan mobil ke Tebet Timur mengunjungi toko kue untuk oleh-oleh Saudara.

Pertarungan bisnis coklat di Tebet memang masih terbuka,  karena baru CCF saja yang merajai. Tepat tahun lalu, gerai coklat ternama CIZZ di Tebet Timur gulung tikar. Padahal, menurut rekan  yang tinggal di Bandung, CIZZ sangat terkenal dan laris. Mengapa saat bercokol di Tebet (Timur) yang relatif jauh dengan Tebet Barat 🙂 gerai ini kurang laku. Lokasi? belum tentu. Memang dasar lidah tak bisa dibohongi (atau sudah terlanjur naksir kesatu tempat), sulit menggeret konsumen untuk pindah ke lain “hati”. Istilah teman saya, Syahwat Kuliner, sulit berpindah jika memang sudah cinta berat. Buktinya, teman saya yang sudah menikah dan tinggal di Bekasi, jika ada kesempatan ke Tebet, selalu mampir di tempat yang dulu dia kunjungi.

Kembali ke topik Coklat. Eksistensi Dapur Coklat (DC) di Tebet jelas merupakan pertaruhan dan pertarungan besar di segmen makanan lezat ini. Orang boleh kenal DC, lewat media. Tapi bagi yang sudah kepincut rasa coklat CCF, seperti sulit untuk berpindah.

Beda SEGMEN? nggak juga. Bentuk/model kue coklat yang diperdagangkan memang beda, namun bahan dasar coklat tetap sama. Lokasi baru DC di tebet yang “Nekat” bersejajar dengan CCF patut diacungi Jempol. Tinggalah konsumen yang memilih, mana yang enak, harga bersaing dan pelayanan yang baik. Semoga saja, bisnis COklat di tebet makin marak dan lancar selalu.

lysthano
www.lysthano.com