Keberanian VanessaTM untuk tampil dan eksis di panggung. Musik Indonesia patut dibanggakan. Penghargaan bermusik disekolahkan di Abu Dhabi,  Doha college music award 2009 dan finalist of teh ADCB talented teens show di Dubai dan Finalist of the Dream Player 2012 menjadi pemicu dirinya untuk eksis di Indonesia.

Langkah awal dengan menghadirkan album Simplify. Album berisi 6 lagu  ini digarap lumayan apik. Meski ornamen musik yang dihadirkan sangat sederhana, karena mengandalkan 3 alat musik : gitar, bas dan gendang, namun setidaknya Vanessa ingin mencirikan dirinya sebagai solois yang sanggup memainkan beberapa alat musik sekaligus bernyanyi. Sudah pasti, ini sangat tidak mudah, dan tidak banyak yang melakukan.

Sebetulnya hampir semua lagu berintonasi sama, namun lagu awal Ready to Go dan lagu penutup (yang menjadi lagu andalan), Countdown memiliki nuansa yang agak beda. Dalam Ready to Go, Vanessa membawakannya dengan sangat baik. Kolaborasi alat musik dengan tepukan tangan membuat meriah lagu ini. Juga di lagu terakhir, Countdown, dimana Vanessa membumbui lagunya dengan permainan pianonya. Plus, syair yang di-mix dengan lirik Indonesia.

Kehadiran Simplify layak diapresiasi, ke depan tentu saja bisa lebih baik. Untuk itu perlu keberanian Vanessa untuk mulai memainkan beat-beat cepat, plus menambahkan beberapa permainan alat musik dilaluinya.

Tidak hanya itu, Vanessa juga harus mulai mengeksplorasi musik Indonesia, dengan mau belajar, mengamati dan mendengarkan banyak komposisi musik yang pernah dimainkan. Sebab, apabila di album mendatang Vanessa masih bermain dalam gaya ini, penulis tidak begitu yakin eksistensinya bisa lebih naik. Mengapa? Bicara hobi, dan kemampuan ternyata harus berkompromi dengan selera pasar, namun tentu saja memenuhi selera pasar bukan berarti mengorbankan idealisme bermusik.  Sukses selalu buat Vanessa ( lysthano@gmail.com/cinmi/ foto cover : Vanessa TM)