Bergabungnya empat pentolan musisi dari group yang masing-masing dimotorinya, menjadikan karya  grup band bernama “The Dance Company” (TDC) menjadi sangat apik dan layak diperhitungkan dalam kancah industri musik tanah air.

Adalah Agustinus Gusti Nugroho atau biasa dikenal dengan nama Nugie , merupakan  musisi yang kita kenal dengan hits-nya Tertipu, Putri, Teman Baik, Burung Gereja, Crayon, dan Pembuat The.  Lima album solo dan satu album band (ALV) pun sudah dirilisnya.  Sejumlah penghargaan pun pernah diraihnya, termasuk kiprahnya dalam pentas film Indonesia.  Dalam TDC, Nugie  menggunakan nama Embot dan menduduki posisi Drummer.

Selain Nugie, The Dance Company juga diramaikan dengan Pongki yang merupakan salah satu motor Jikustik . Bersama Jikustik, Pongki telah menelurkan 8 album hingga tahun 2006. Selain menciptakan lagu untuk kelompok musiknya, Pongki juga menciptakan lagu untuk pnnyanyi lain, seperti untuk  Puput Melati, Audy, Iwan Fals, hingga Siti Nurhaliza. Di TDC, Pongki menggunakan nama “Wega” dan menempati posisi sebagai pembetot bass.

Baim yang menggunakan nama samaran “Bebe”  menempati posisi gitaris. Sebelum berkarier solo, Baim dikenal sebagai vokalis grup musik Indonesia ADA Band. Setelah merilis 3 album bersama ADA Band, yaitu Seharusnya (1997), Peradaban 2000 (1999), dan Tiara (2001), Baim memilih keluar pada Desember 2001.

Aryo Wahab yang menempati posisi sebagai vokalis juga memiliki track bermusik yang panjang. Sebelum di TDC,   Aryo  pernah bergabung dalam  grup band Ungu band (1996-1997). Dia juga pernah merintis band bernama State of Groove (SOG).

Dalam Album perdana, The Dance Company (2009), keempat orang ini menelurkan sejumlah hits, seperti Papa Rock n Roll dan Coba Kau Bayangkan.

Tidak bisa dipungkiri, keberhasilan TDC, merupakan cerminan para personelnya dalam “menjahit” nada. Gaya bermusik TDC sebetulnya tidak ada yang baru. Sesekali, ketika mendengar lagu “Papa Rock N Roll” kita akan merasakan sentuhan gaya band rock legendaries,  Rolling Stones yang dimotori Mick Jagger.  Kombinasi nada-nada rock n roll dengan syairnya yang lucu, menjadikan band  ini sangat mudah dikenal. Tidak cukup itu, kemampuan  mereka dalam memainkan alat musik juga tidak diragukan.

Dalam hal vocal, TDC tidak mengalami kesulitan  yang berarti. Dalam menyanyikan lagu-lagunya mereka cepat menyesuaikan satu dengan yang lainnya. Hasilnya, pola vocal yang terasa empuk ditelinga yang dimainkan dengan cara bersahut-sahutan. Simak saja “Coba Kau Bayangkan” yang dibawakan sang vokalis dengan sangat  keren.

Musiknya sederhana, gaya sahut-sahutan membuat lagu ini beda dan sangat enak di dengar. Backing vokal yang disupport personel lainnya, yang memang vokalis, sehingga dengan sangat mudah untuk diikuti.

Selain aroma Rock, Jazz, dan Pop, TDC juga menyuguhkan elaborasi blues. Silakan simak “Modal Cinta” yang menyuguhkan aroma blues. yang simpel. Bahkan,  alunan model swing ikut disisipkan.

Kunci kesuksesan TDC menelurkan album yang titelnya sama dengan nama band-nya ini adalah kekompakkan. Mereka menyanyi dengan tanpa beban, lepas dan untungnya ”chemistry” mereka sama. Jadi klop sudah, mereka memainkan lagu dan alat musik yang memang sudah menjadi keseharian mereka. [lyz/foto:nagaswara]