Setelah lebih dari  12 tahun berkarir dalam industri musik Indonesia, Maliq & D’essentials tampaknya menjadi lebih dewasa. Ini dibuktikan dengan diluncurkannya album berjudul “Musik Pop” yang dilansir pertengahan bulan April 2014 lalu.

Maliq & D’essentials  sepertinya tidak mau kehilangan momentum untuk tetap eksis ditahun ini, setelah tahun lalu mereka meluncurkan album “Sriwedari”. Konon kabarnya, “Musik Pop” merupakan kelanjutan dari “Sriwedari”. Namun yang menjadi bahan pertanyaan, mengapa Maliq & D’essentials memilih judul “Musik Pop” untuk album anyarnya ini, sementara banyak kalangan memasukkan musik Maliq & D’essentials kedalam ranah Jazz. Menurut  Maliq & D’essentials,   semua jenis musik yang diperdengarkan kepada publik dan mampu diterima oleh masyarakat luas merupakan musik yang populer , musik pop. Selain karena album musik pop sendiri yang bernuansa nostalgia , klasik dan “pop”  serta   dikemas dengan sound yang cukup modern dan liriknya banyak bercerita tentang  kehidupan;  kelahiran, pertemuan dan perpisahan.

Album “Musik Pop” terdiri dari 7 lagu, Maliq & D’essentials tampil lebih dewasa. Kedewasaan  bermusik sangat tampak dari awal lagu, berjudul  “Semesta” yang digarap dengan sangat  Jazzy dan easy listening. Kolaborasi antara vokalis dengan backing vokal begitu serasi. Kombinasi nada  lambat (dengan akustikan) yang kemudian bertambah  kecepatannya (speed), seakan menyajikan nuansa yang berbeda dalam  lagu ini.

Selain musik, Maliq juga piawai memainkan lirik. Liriknya sangat dinamis dan puitis, dan ini hampir disemua lagu dalam album ini. Simak saja dilagu “Semesta” : sang penyair menorehkan garis awal kehidupan/ yang berjalan terencana dalam pesan yang bermakna/ mengantarkan insan ke dalam semestanya di dunia/waktu takkan pernah mengulang dan rahasia kan menyapa tanpa salah/ di hari yang tentukan dilahirkan ditemukan dan dipisahkan…

Kolaborasi penyanyi senior yang cukup berperan dalam karir Maliq & D’essentials, Indra Lesmana,  cukup signifikan. Dia memilih dua lagu dialbum ini, yakni “Ananda” dan “Nirwana” seakan memberikan penyegaran bagi kiprah bermusik  band asal Jakarta ini.

Dikedua lagu itu, permainan Indra Lesmana  tidak terlalu tampak terdengar. Memang pada dasarnya penggarapan lagu Maliq bagus, Indra Lesmana seakan tinggal memoleskan saja. Namun memang, sisipan nada-nada bergaya Indra Lesmana tidak bisa diabaikan. Simak saja permainan keyboard  and Synthesizer Indra kedua lagu itu.

Aksen Maliq terlihat “berbeda” ketika membawakan “Taman” yang disisipin alunan suara “Viola” yang cukup “menyayat” terdengar. Dengan kombinasi nada cepat ala musik bonanza, Malik menimpali dengan keragaman intonasi dan permaninan akustik gitar plus keyboard elektrik. Hal yang sama dilakukan Maliq pada lagu “Himalaya”. Diawali dengan alunan suara keyboard, maliq memainkan nada-nada yang sulit. Namun, berkat kepiawaian para personal, kolaborasi tersebut terdengar sangat rapi dan enak didengar. Salah satu kekuatan yang dimiliki Maliq adalah karakter suara vokalis, Angga Puradiredja yang sulit disamai penyanyi lain. Dia sanggup menyanyikan tembang dengan nada rendah yang kemudian bergerak menjadi cepat, namun dengan timpalan alunan suara yang tetap prima dan dinamis.

Karakter bermusik Maliq & d’essentials  juga bisa dilihat dalam “Imajinasi” dan “Ombak Utara”. Permainan musik sederhana yang mengandalkan keyboards bisa disimak dalam  lagu ini. Terdengar lagu ini merupakan “repetisi” dari lagu sebelumnya, namun maliq membubuhinu dengan sangat beda. Selain menimpali dengan permainan alat musik lain, seperti violin dan cello, Maliq juga sangat dinamin dengan karakter vokal yang dibawakan “Angga”

Penggarapan musik dalam album ini memang sangat baik, sehingga bisa dibilang ketujuh lagu Maliq asyik untuk dinikmati, namun penggarapan cover sampul album “Musik Pop” ini terkesan  terlalu sederhana; sampul berwarna perak dengan tulisan “Musik Pop” dan gambar lambang nada berwarna putih. Berbeda dengan album sebelumnya  seperti   Sriwedari (2013); The Beginning Of A Beautiful Life (2010); dan  Mata Hati Telinga (2009) yang digarap lebih bagus. [lyz/fotocover:organicmusik]