Bagi yang masih ingat penyanyi era 80-an berciri suara melengking dan suka melompat-lompat dipanggung, satu-satunya hanyalah Hari Moekti.  Pemilik nama lengkap Haridi Wibowo  ini memang dikenal sebagai penyanyi dengan julukan “Si Kutu Loncat” berkat aksi panggungnya. Yang membuat kagum, meski dia melompat-lompat sesukanya (kadangkala menaiki tumpukan sound system panggung), suara pria kelahiran Cimahi, 25 Maret 1957 ini tetap prima.

Karir bermusik Hari Moekti diawali tahun 80-an  saat dia  bergabung dengan “Orbit band”,  kemudian membenuk “Primas band” bersama Tommy Kasmiri, lalu kemudian New Bloodly band. Pindah ke Jakarta  Hari kemudian bergabung bersama “Makara” dari tahun 1982 sampai tahun 1985. Namun ketika Hari melakukan rekaman solo grup ini bubar. Suatu hal yang dianggap mengangkat kariernya adalah ketika bergabung denga Krakatau tahun 1985. Rekaman Hari Moekti yang “meledak” adalah album “Ada Kamu” (1987) dengan hits  “Lintas Melawai”, “Ada Kamu”, dan “Dalam Kegelapan”.

Album “Maukah Kamu” sebetulnya merupakan “re-package” dari album sebelumnya. Memang tidak banyak hal bermusik  yang baru ditawarkan dalam album ini. Namun, yang pasti album  ini kabarnya sukses menembus angka  satu juta copy. Sebuah angka yang cukup fantastis di jamannya.

Yang menjadi kekuatan dalam album ini, selain karakter vokal Hari yang bermain dinada tinggi, Harry juga pandai melakukan improvisasi dalam membawa kan lagunya. Pun, aransemennya para musik director album ini juga parut diacungi jempol, sejumlah musisi hebat  terlibat dalam album ini seperti “Purwa caraka”, “Youngky Soewarno”  dan “Jessy Tobot”

Hari Moekti memang tergolong musisi atau artis yang total dalam bermusik. Hari yang dijuluki “Rod Stewart-nya Indonesia, juga tidak pilih-pilih dalam berteman, makanya ketika muncul ide membuat album ini  banyak kawannya yang siap membantunya, seperti Adi Kla, Purwa Caraka, Tigor Gipsy, juga Rangga S Tina. Hasilnya? Menurut penulis, album “Maukah Kamu”, menjadi album terbaik sepanjang karir Hari Moekti.

Lagu jagoan pertama yang disodorkan Granada Records adalah “Maukah Kamu” karya Rangga S Tina/Gilang Ramadhan. Lagu yang dibawakan dengan tempo lambat, tetap mempunyai kekuatan dan karakter karena dibawakan Hari dengan cukup powerfull dalam vokal. Ya, Hari menandai setiap lagunya dengan berpatokan pada nada tinggi. Inilah yang menjadi karakter Hari  dalam setiap perform. Hal yang sama juga dilakukan ketika Anda menyimak lagi “Baru Saat Ini” ciptaan Gilang Ramadhan dan Wisnu Soeyono. Dilagu ini malah, Gilang menempelkan irama Rock dalam rithem dipertengahan lagu.

“Dalam Kegelapan” karya Tigor Gipsy juga mendongkrak kehebatan Hari Moekti dalam album ini. Lagu yang di arransement Bob ini sebetulnya cukup simpel, karena dibawakan dengan nada “balad” dengan syair yang mudah diingat (karena mengajak orang semangat). “Gelap-gelap terasa dunia ini/Seakan mendung sepanjang masa/ Oh Suram betapa suram hidup ini/ Bila sinar terang menghalau mendung ini/Kegelapan yang datang tak mungkin selamanya/Nanti akan berakhir, nanti akan berakhir….

Album yang diproduksi PT Eterna Tunggal Indonesia ini juga mengandalkan “Aku Suka Kamu Suka” yang dibawakan dengan  vokal berintonasi cepat dan riang. Dalam menggarap ini, Hari Moekti mendapat dukungan dari Purwa Caraka untuk aransement dan Contora Geronimo untuk backing vokal.

Lagu lain yang menjadi andalan album ini adalah “JJS Lintas Melawai” karya Andi Yulias dan Edjo M yang kemudian diaransement Youngky Soewarno. Album dengan beat disco ini sempat merajai tanggal lagu Indonesia dan sempat dijadikan soundtrack film nasional kala itu.  Tidak kalah kerennya, lagu “Ada Kamu” karya Jessie Robot yang dibawakan dengan sangat enerjik oleh Hari Moekti. ..Ada kamu didalam bingungku/Pada kamu hanyalah rinduku/Walau kamu tak semancung/ Gunung-gunung dibelahan bumi pertiwi..uu… Adu..du du du du du du/ Kau tak percaya..Adu..du du du du du du du Mengapa kucinta…/ Untuk kamu belahan dadaku ini saja…

Musisi yang juga pianist, Purwa Caraka, tidak bisa dipungkiri juga turut memberikan warna dalam album ini. Lewat Purwa Caraka, karakter Harry Moekti dalam membawakan lagu bisa lebih menonjol. Purwa lewat arransementnya bisa mengemas lagu menjadi lebih “berwarna”, termasuk lagu yang berlirik riang dan jenakan. Misalkan dalam “Aku Suka Kamu Suka”, “Nona,Nona,Nona” dan “Apel Pertama”. Lewat  kepiawaiannya lagu dengan  lirik cinta bisa dibawakan dengan  cukup santai oleh Hari  Moekti, meski dia harus melantunkannya dengan nada tinggi. [lyz/cinmi/foto:koleksi cinmi]