Perjalanan karir pemilik nama lengkap Doadibadai Hollo, atau yang lebih dikenal dengan “Badai” dimulai dari sebuah band bernama “KerisPatih”. Band pop ini melejit dan dikenal di Indonesia hingga ke sejumlah negara tetangga lewat kekompakkan anggota awal mereka  yang berjumlah lima orang ; Sammy (vokal), Badai (keyboard), Anton (drum), Arief (gitar), dan Andika (bass). Sayang, tahun 2010, Sammy harus menerima kenyataan “pahit” karena harus keluar akibat terlibat dalam kasus Narkoba.

Badai dikenal sebagai pribadi yang kalem, perfeksionis, sekaligus temperamen. Dalam menempuh karir bermusik-nya, dia tidak pernah kenal kata puas.  Eksplorasi bersama kawan-kawannya di KerisPatih memang menghasilkan karya yang fenomenal. Namun, sekeluarnya Sammy dari KerisPatih dan digantikan oleh Fandy, magnet band asal Jakarta ini mulai melemah.  Penjualan album yang kurang bagus, mengakibatkan Badai merenung dan terus mengasah ilmu musiknya. Sejumlah proyek musikal dilakoni, diantaranya membantu musisi-musisi lainnya, yaitu dengan menjadi penulis lagu, arranger, dan juga produser. Beberapa musisi  yang dibantunya di antaranya adalah Audy Item dan Nindy.

Tahun 2014 muncullah album Solo bertajuk  “Love Live Woman”. Badai seolah menumpahkan kemampuannya lewat album itu. Ya, selain sebagai produser, dia juga menggarap hampir semua proses terciptanya album ini,  termasuk dia yang melakoni sebagai vokalis. Sebelas lagu hasil karya pria kelahiran Jakarta, 14 Januari 1978 memiliki karakter yang “Badai” banget, mulai dari  Langsung Jatuh Cinta, Terluka Pisah Denganmu, Mengapa Saat Ini?, Tak Kan Tinggalkanmu, Tak Ingin Munafik, Hal Tak Biasa, Cukup Aku, Bukan Pilihan, Kita Tak Berjodoh, Cinta Itu Perjuangan,  dan Always in My Heart.

Tembang andalan, Langsung Jatuh Cinta, diposisikan di deretan awal dalam album ini. Dan benar, komposisi yang digarap Badai ini cukup berkarakter. Beat-beat ringan yang kemudian ditimpali dengan alunan nada cepat, membuat lagu ini sangat nyaman didengar.

Badai juga sepertinya tidak ingin kehilangan momentum sebagai sang “arsitek” band KerisPatih, makanya dilagu kedua “Terluka Pisah Denganmu”  pendengar langsung disodorkan lagu slow yang mengandalkan permainan khas pianonya. Permainan musiknya  dalam nada yang rendah di lagu ini memang pas untuk vokal Badai yang “tipis”. Nuansa orchestra diikutkan dalam lagu ini menjadi penunjang asyiknya irama lagu ini hingga sangat pas bagi mereka yang sedang patah hati.

Usaha Badai bersolo karir dalam album ini perlu diacungi jempol. Sebagaimana musisi lainnya, Badai bisa dibilang sudah mulai memilik “pattern” dalam bermusiknya. Musisi Armand Maulana (Gigi) dan Once Mekel (eks Dewa 19) mengakui kemampuan bermusik Badai yang pandai menuliskan lirik sembari membuat irama yang banyak membuat orang “termehek-mehek”. Namun, karena sudah terbaca bentuk (pattern-nya),  karya diluar bentuk itu menjadi hal yang bisa. Misalkan, dalam tembang “Hal Tak Biasa” dan “Bukan Pilihan” yang disajikan dengan irama nge-Rock. Karakter vokal Badai yang “tipis” seakan dipaksa mengikuti dentuman irama cepat yang mengiringinya. Untung hal ini bisa “disiasati” dengan keberadaan alunan suara Backing vokal dan suara Piano yang turut mendongkrak rendahnya suara Badai.

Secara keseluruhan album Solo Badai yang diproduksi label Nagaswara ini patut diapresiasi. Kemampuan musikal Badai mendapat tempat tersediri dihati jutaan penggemar musik Indonesia  yang mendambakan lahirnya karya-karya bermutu darinya, baik sebagai pribadi ataupun dalam band rintisannya, KerisPatih.[lyz/foto:nagaswara]