Langkah yang diambil bank mandiri membuat toko online, www.tokone.com, merupakan langkah strategis dalam mendongkrak nilai transaksi bank terbesar di Indonesia ini. Situs yang diluncurkan kemarin, 23 Nov 2011,  berisi kebutuhan masyarakat pada umumnya, mulai dari kebutuhan elektronik hingga kebutuhan alat-alat rumah tangga.

Bisa jadi yang melandasi dimunculkannya situs ini disebabkan dengan makin maraknya toko online yang sukses meraup rupiah dalam bisnisnya. Nilai transaksi dengan jumlah besar sayang jika hanya “dilewatkan”  via transfer bank, termasuk bank mandiri. Oleh karena itu, dengan kemudahan yang ditawarkan mandiri via belanja online di tokone.com, diharapkan gaya berbelanja online perlahan bisa pindah.

Apakah toko online tersebut bisa mendulang sukses seperti toko online kebanyakan? misalkan berniaga.com, glodokshop, dan bhinneka.com yang bisa dibilang sukses di bisnis ini. Apasaja yang harus dilakukan sebuah toko online untuk bisa menarik konsumen hingga mereka melakukan transaksi pembelian via toko online tersebut. Mengambil kasus kemunculan tokonet.com, ada beberapa hal yang harus dilakukan;

Pertama, Toko Online harus “kuat” soal IT (baca: TEKNOLOGI). Anda bisa bayangkan bila sebuah toko online mengalami mati {down} — meski sesaat — sehingga konsumen tidak bisa mengunjungi. Dalam hari itu, berapa nilai transaksi   yang batal dilakukan, yang artinya kerugian bagi  pemilik toko. Tidak hanya itu,  tipikal pengunjung web adalah saat web yang dikunjungi mati, dia dengan cepat beralih ke web/toko online lain (kecuali bila konsumen tersebut sudah loyal).

Kedua,  bagi toko online yang baru muncul, maka diperlukan promosi yang  giat dan gencar, baik didunia off line (media offline) juga dunia maya. Promosi menjadi ajang pemiliki untuk memperkenalkan secara luas tentang isi dan dagangan yang ada diweb terebut. Sehingga diharapkan pengunjung akan terus bertambah, melakukan transaksi dan menjadi loyal consument disitus tersebut.

Ketiga, Isi Toko. Pengelola juga harus rajin dan intensif melakukan update tentang produk yang diperdagangkan. Barang-barang baru bisa dipajang dengan mengedepankan dalam bentuk fitur  promo sehingga pengunjung bisa langsung melihat promo terbaru tersebut.

Untuk meningkatkan trafik pengujung dan juga konsumen, pengelola juga harus bisa menerapkan SEO untuk webnya sehingga web toko online tersebut  bisa masuk kehalaman awal Search Engine, seperto Google atau Yahoo.

Toko online memang bukan sesuatu yang baru. Tahun 2000-an awal, saat terjadi booming dotcom di Indonesia,  kita pernah mengenal lipposhop yang bisa dibilang cukup masif melakukan promosi dalam bisnis ini. Hasilnya? dalam hanya beberapa tahun saja, tokoonline ini tumbang. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kasus ini. Selain soal keseriusan membangun bisnis, diperlukan  juga komitmen dan manajemen yang apik, sehingga tumbangnya situs-situs jualan online tidak terulang kembali.

lysthano
co founder kanomedia.corp
www.kanomedia.com