Kejuaraan sepak bola “AFF Suzuki Cup 2010”  menjadi catatan penting bagi perjalanan klub sepak bola Indonesia. Setelah beberapa tahun belakangan  TIMNAS Indonesia selalu kandas  pada kejuaraan tingkat Asia, tahun ini  kok Tumben 🙂 bangkit dari tidur.  Sosiolog UI, Paulus Wirutomo, sabtu lalu (11/12) mengatakan bahwa jika suatu organisasi mengalami tekanan, maka sewaktu-waktu  tekanan tersebut bisa menghasilkan efek positif. Secara gamblang dia menyebutkan kepengurusan PSSI  dibawah NH yang  menjadi salah satu faktor tekanan.  Dan memang, kenyataannya memang demikian.  Ketika diberikannya ruang “gerak” sedikit saja, TIMNAS bergeliat menciptakan prestasi. Sejumlah kesebelasan dilibas dengan skor telak;  Malaysia, Laos, Thailand, dan hari ini Filipina.  Dari waktu kewaktu, faktor kemampuan (skill) TIMNAS juga meningkat.

Kemenangan demi kemenangan yang diraih TIMNAS secara tidak langsung kembali membangkitkan semangat Nasionalisme Rakyat Indonesia. Hal ini bisa disimak dari antusiasme media dan pendukung kesebelasan yang men-cover pemberitaan kejuaraan itu. Keriaan penggemar fanatik termasuk  pejabat negara  tadi malam untuk sementara waktu “melupakan” tragedi dan  permasalahan bangsa, mulai dari bencana alam, kisruh daerah keistimewaan, hingga kisruh dilembaga PSSI itu sendiri.

Semangan TIMNAS serta merta muncul dari para Individunya. Sejumlah pemain Naturalisasi yang bergabung dalam  tim bisa dibilang menjadi daya dorong kemajuan TIMNAS di laga AFF Suzuki 2010. Nama pemain  naturalisasi seperti Irfan dan Gonzales menjadi bintang dalam Tim Indonesia kali ini.  Sebetulnya ini bukan cerita baru. Beberapa tahun belakangan ini memang banyak pemain sepak bola  kesebelasan daerah menggunakan pemain2 asal luar yang sengaja di-Hunting tim untuk kemudian direkrut.  Sejalan dengan itupun tidak muncul prestasi yang membanggakan. Jadi bisa dibilang isu Naturalisasi kurang berperan dalam mensukseskan tim menjadi lebih unggul.

Faktor kehebatan pelatih tidak bisa dilepaskan dari kemajuan ini. Bagaimana pelatih asal negara lain mampu membangkitkan semangat kemenangan bagi TIMNAS kita. Pelatih yang berdasarkan pengalaman mampu membangkitkan semangat individu dan kolektif  memang patut diberikan penghargaan.

Isu yang menarik dalam ajang ini adalah pemasangan Logo/Lambang negara “burung garuda” di kaos timnasional, ternyata berdampak psikologi dalam membangkitkan semangat “berperang” dalam laga sepak bola. Simbol-simbol  memang bisa dan mampu memberikan dampak positif yang luar biasa untuk membangkitkan semangat. Anda tentu masih ingat kisah dalam film2 perang, dimana  pasukan membawa simbol2  dalam berperang. Dan bahkan dalam sebuah kisah yang disampaikan guru ngaji saya. Ketika panji/logo/lambang yang dipegang salah satu prajurit  ingin jatuh ke tanah, prajurit lain buru-buru mengambl panji  tersebut supaya tetap tegar. Dia malah kembali mengkibar-kibarkan setelah berhasil meng-estafet logo/lambang yang hampir menyentuh tanah. Akhirnya perang pun dimenangkan.

Logo/lambang ternyata mampu memberi dampak positif bagi siapa yang mempercayai dan meyakini. Seperti gambar burung “Garuda” yang kini melekat dikostum  pemain nasional Indonesia. Warna bendera merah putih yang menjadi kostum ditambah lambang garuda seperti menjadi pelengkap perjuangan timnas Indonesia ke medan laga kemenangan. Ibarat pasukan perang yang siap dan rela mati demi bangsa.

lysthano
16 des 2010