Ungkapan bulan ramadan adalah bulan berkah memang benar adanya. Bagi muslim, berkah pahala melipah tersedia dibulan ini. Barang siapa yang menggunakan kesempatan ini maka dia adalah orang/golongan yang beruntung.Apalagi dibulan ini ada malam Lailatul Qadr, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Bagi dunia industri juga demikian, tidak heran jika menjelang  ramadan banyak yang sibuk memasang iklan. Branding acara-acara terkait religi merupakan medium efektif untuk berpromosi.Bila Anda perhatikan, mulai dari sahur hingga  buka puasa, tayangan iklan di TV tidak lepas dari unsur iklan yang dikemas lebih religius. Tidak segan-segan, si pemasang iklan menggunakan endowsernya untuk tampil berseragam muslim untuk menyesuaikan konteks.

Seperti halnya dua perusahaan telekomunikasi, telkom dan telecom bakrie. Dibulan ramadan tahun ini, Esia meluncurkan produk HP esia yang dibundling dengan kartu (tentunya)  yang diberi nama “Hape Esia Hidayah”. Apa saja yang ditawarkan HP spesial ini? Ada dua jenis HP yang ditawarkan , yakni Hidayah Plus dan Hidayah Syiar. Masing-masing memiliki fitur tersendiri disesuaikan dengan harga jual dipasar.

Untuk Hidayah Plus,  Bakrie Telecom membandrol  rp 299 ribu + PPN, dan Hidayah Syiar dijual seharga rp 499 +ppn. Fitur andalan mereka adalah, pemilik bisa mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al quran, hadist, ceramah dan informasi infak serta informasi lain terkait dengan ibadah (penghitung zikir hingga azan).  Tidak tanggung-tanggung, Hidayah Syiar malah dilengkapi dengan pembacaan ayat suci AlQuran dari 2 imam besar ; Syeikh Asy-Syuraim (masjid nabawi) dan Syeikh As-Sudais (masjidil haram).

Bakrie Telecom  (BT) juga menggandeng ustad Arifin Ilham sebagai endowser iklan ini. Tidak heran juga, lepas peluncuran, HP ini laku bak kacang goreng. Untuk promosi, BT melakukan aksi gencar dengan menggandeng sejumlah artis dan ustad untuk promosi ofline lewat ceramah2, serta iklan BT (esia) yang dibombardir sejak menjelang buka hingga sahur.

PT Telkom Indonesia juga melakukan langkah yang sama, tidak jauh berbeda dengan waktu peluncuran esia, Telkom meluncurkan “Flexi Muslim” tanggal 15 Agustus dengan menggelar acara meriah di Cempaka Mas. Sejumlah artis mengisi acara tersebut, seperti The Changcutters dan Gigi. Secara fitur tidak jauh berbeda dengan yang disodorkan esia. Dalam iklannya disebutkan selain, fitur yang ada, terkait dengan ibadah, Telkom melengkappi dengan e-book (islamku) dan Novel Islami. Soal harga, “Flexi Muslim” cenderung lebih mahal, mulai dari rp 325 ribu hingga rp 999 ribu.

Melihat dua “peperangan” diatas, tampaknya strategi Esia lebih kena dibanding dengan Flexi. Esia berani bermain diharga premium dan dengan produk yang relatif bagus dalam hal fitur. Dalam iklannya di KOMPAS, Esia merinci secara detil apa saja fitur yang dimuat dalam kedua jenis HP-nya. HP yang seolah-olah diproduksi PT Bakrie Telecom ternyata buatan Huawei. Pintarnya Esia, merek Huawei tidak begitu ditonjolkan dalam iklannya. Hanya ada dibagian samping kiri dan teks keterangan dibuat vertikal.   Berbeda dengan Flexi yang secara terang-terangan menyebutkan varian HP-nya, ZTE, Nexian dan Haier.

Bagi konsumen yang menjadi target market produk ini, sebetulnya penyebutan merek tidak menjadi masalah. Yang dikedepankan adalah fitur dan harga. Esia dengan Hidayah dan Syiarnya bisa dikatakan menonjolkan dua faktor penting ini. Oleh karena itu dalah hal iklan, Esia lebih menghujam ke benak konsumen yang menjadi target marketnya, yakni kelas menengah. Peta posisi kelas menengah muslim perkotaan, seperti yang menjadi target Esia pas dibidik. Sementara Flexi masih kurang berani bermain diharga murah, dan iklan yang ditonjolkan kurang “mengena”.

Hal yang perlu diperhatikan industri seluler adalah bagaimana membaca psikologi konsumen. Harga HP yang kian murah kini sudah bisa dijangkau oleh semua lapisan. Dalam konteks kedua iklan ini, kita menyimpulkan target market mayoritas adalah kelas menengah. Bagi mereka yang sudah memiliki HP namun dengan  fitur seadanya, melihat HP ini pasti tertarik. Apalagi konon HP esia ini mampu menyala 10 hari. Esia yang menawarkan secara jelas fitur murotal dan hadisnya menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi Esia menggandeng Ustad Muda, Arifin Ilham. Klop sudah menjadi pemicu  (triger) untuk segera memiliki dan mendayagunakan HP-nya dalam bulan suci ini. Konsumen (kelas menengah) tidak segan-segan melego HP lamanya demi memiliki HP ini.

Bagi kelas menengah atas, memiliki HP yang kaya fitur ini menjadi komplement dari HP yang sudah dimiliki. Mereka bisa membeli sesukanya dan tidak menggunakannya kembali dengan sesukanya. Namun dengan fitur yang memiliki manfaat ruhani lebih, tipikal mengesampingkan HP ini sangat kecil. Mereka malah bisa gunakan untuk menambah pahala dibulan2 lain selain ramadan. Apalagi operator esia siap dengan layanan content terkait dengan ibadah. Sehingga peran content bisa dilanjutkan secara terus menerus.

Kedua iklan dan kasus diatas bisa menjadi masukan bagi industri telekomunikasi lain dalam menyasar konsumennya. Bahwa selain faktor harga dan fitur, psikologi konsumen yang menjadi target market juga kudu diperhatikan. Ingat, Pengguna HP dikelas menengah bergerak cepat. Terkait dengan ini juga  adalah bagaimana mengemas IKLAN yang baik. Meski dikatakan, fitur antara kedua produk ini kurang lebih sama, Namun Iklan Esia lebih mengena. So, Perlu Iklan kreatif dalam upaya menggaet konsumen yang menjadi target market.  [lysthano]

Komentar singkat ini merupakan opini pribadi semata.