Kira-kira sebulan lalu teman saya yang dekat dengan lingkaran perusahaan elektronik ternama membawakan sampel/contoh HP yang akan diluncurkan dalam 3 bulan kedepan. Bak seorang marketing handal (sepertinya memang begitu), dia memamerkan fitur-fitur andalan yang diclaim belum dimiliki oleh produk handphone manapun., yakni personalisasi aplikasi, misalkan dari deretan nama dalam phone book kita bisa disetting menjadi gambar binatang. Saya yang sebelum pertemuan itu menghubung i dia, oleh teman saya itu sudah disetting bergambar hello kitty, sial bener saya yach… cowok kok hello kitty:) Teman saya yang lain malah apes, dia diwujudkan bergambar babi, nah loh..:)

Sebagai produk yang disasar untuk anak muda dan ABG, produk ini bisa dikatakan inovatif. Fitur yang bisa mengelompokkan orang-orang yang berhubungan dengan dia hari itu menjadi kebon binatang, ini memang terobosan. Lalu bagaimana dengan fitur lainnya. Selain kualitas gambar yang oke punya, ketajaman image dan tampilan dalam screen bisa menjadi daya tarik sendiri. Konon, hp ini dibandrol harga sekitar sejutaan.

Nah, hari ini saya melihatnya dalam iklan di KOMPAS setengah halaman, dan sangat menonjol. Dan… aha, ada bonus kartu 3 (three) dan memory 2 MB, harga di bandrol menjadi 1,3 juta. Secara psikologis harga ini relative bersaing dengan hp lain. Apalagi dengan wabah BB, kini banyak produsen yang meluncurkan HP semodel dengan BB, tak terkecuali produk ini. Promosi, internetan muran, online terus, nyambung terus dengan FB dan Twiiter serta push email menjadi kata andalan untuk jualan.

Dalam tulisan ini saya hanya ingin mengatakan, bahwa pasar HP saat ini sudah begitu sumpek dengan berbagai merek, dari yang branded hingga yang tidak. Lucunya lagi, operator tak segan-segan merangkul produsen hp dengan iming-iming layanan unggulan, hingga ada produk yang baru masuk langsung digandengn sebuah perusahaan operator ternamaJ. Apakah ini salah? Tidak tentunya, inilah bentuk persaingan ketat dipasar premium. Pengguna HP yang kian hari kian bertambah, dan daya beli makin terjangkau menjadikan lahan basah bagi perusahaan telekomunikasi. Dengan kondisi ini, seleksi alam pasti akan berlangsung. Perusahaan atau produsen HP yang inovatiflah yang akan bertahan. Beberapa catatan agar sebuah produk laku dipasar ada beberapa point;

Pertama, keunggulan produk. Brand ternama sekalipun, jika produknya tidak unggul atau tidak memberikan benefit tertnt u kepada konsumen, maka semua tidak ada artinya. Sebaliknya, sebuah produk baru dengn keunggulan produk bisa menjadi lawan bersaing yang patut disegani. Misalkan, tahun lalu muncul HP bisa nonton TV, dengar lagu, dll menjadi laku dipasaran. Kemudian, satu HP 3 kartu juga menjadi fitur yang diandalkan.

Kedua, Layanan/ service. Bagaimanapun produk tidak selamanya bagus. Kadang kala kita baru beli barang, mengalami kerusakan hanya dalam hitungan hari, menjadi pengalaman yang menyebalkan. Nah, jika produsen tidak tnggap dengan hal ini, bisa dipastikan akan segera ditinggalkan. Kasus motor cina yang awalnya masuk dengan promosi gencar, namun layanan servicenya kurang memuaskan, orang berbondong2 melego motornya dengang harga murah dan kembali ke merek lama yang (menurut mereka) sudah jaminan, dengan hanya melihat brand.

Jika kedua point diatas sudah dipenuhi, produsen harus pandai-pandai melakukan promosi dan meningkatkan brand awareness-nya. Bangun kepercayaan kepada konsumen dengan layanan kedua. Mantapkan strategi promosi dan PR yang baik sehingga, merek bisa terus terjaga dan melahirkan pride (kebanggaan) bagi penggunanya. Menggunakan produk dengan brand yang terpelihara dengan jaminan layanan dan lain-lain bisa dipastikan akan melahirkan efek marketing Word by mouth yang selaras dan bergerak cepat. Bagaimana melakukan pemeliharaan brand agar menjadikan sebuah produk lekas dikenal? Singkatnya, ada strategi, konsep, komunikasi yang harus dibangun. Formulasi SKK ini adalah syarat mutlak yang harus dirancang secara baik dan kompak diantara tim. Perusahaan bisa membangun divisi sendiri untuk melakukan ini, atau memberdayakan divisi yang sudah ada. Namun, karena konsep usaha yang selalu melahirkan produk2, maka perlu dibutuhkan konsultau n atau assitensi untuk menggerakaan roda ini.

Hubungan mitra dan layaknya TIM atau keluarga hrs diciptakan perusahaan dengan konsultan ini. Ibarat penjaga gawang, konsultasn inilah yang memberikan formulasi tepat, strategis dan efisien kepada perusahaan agar konsep jualan yang diinginkan bisa tercapai. Dia menggawangi merek atau produk yang dihasilkan perusaaan, dia yang merancang konsep komunikasi yang baik kepada konsumen, memberikan laporan apa adanya dan kembali mengatur strategi menghadapi pesaing. Bisa dikatan dia menjadi jendral. Ya, seorang konsultan yang penjaga gwang sekaligus Jendral.

Jakarta, 27 oktober 2009

Lysthano
KANOMEDIA CORP.
www.kanomedia.com