lysthano.com | Indonesia Music Lover, Media & Branding Consultant

email: lysthano@gmail.com | twitter: @lysthano

Mengulas musik Indonesia memang seperti tiada habisnya. Dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan. Berbagai perubahan  yang telah terjadi terkait dengan musik Indonesia, baik soal metode menyanyikan (yang akhirnya melahirkan bentuk musik baru), teknik memainkan musik hingga hal yang berkaitan dengan  bisnis musik itu sendiri (industri). Ada banyak literasi yang menyebutkan jika musik Indonesia berkembang  sejak tahun 50-an, yakni sejak munculnya perusahaan rekaman  pertama di Indonesia, “Indonesian Music Company Limited”, yang dalam perkembangnnya banyak menghasilkan rekaman musisi Indonesia dalam bentuk Vinyl (piringan hitam). Dokumen lain  malah ada yang menyebutkan, musik Indonesia lahir dan berkembang bersama dengan masa pendudukan Belanda. Alat perekam “Gramofon Columbia” diboyong Belanda menjadi alat produksi “ekspansi” musik barat ke Indonesia. Sejumlah tembang-tembang Belanda lahir bersamaan dengan lagu berbahasa Indonesia (bernuansa irama melayu) seperti “Opname Paling Baroe”, “Terang Boelan”, dan “Krontjong Boeroeng Nori”. Read the rest of this entry »

Keberanian VanessaTM untuk tampil dan eksis di panggung. Musik Indonesia patut dibanggakan. Penghargaan bermusik disekolahkan di Abu Dhabi,  Doha college music award 2009 dan finalist of teh ADCB talented teens show di Dubai dan Finalist of the Dream Player 2012 menjadi pemicu dirinya untuk eksis di Indonesia.

Langkah awal dengan menghadirkan album Simplify. Album berisi 6 lagu  ini digarap lumayan apik. Meski ornamen musik yang dihadirkan sangat sederhana, karena mengandalkan 3 alat musik : gitar, bas dan gendang, namun setidaknya Vanessa ingin mencirikan dirinya sebagai solois yang sanggup memainkan beberapa alat musik sekaligus bernyanyi. Sudah pasti, ini sangat tidak mudah, dan tidak banyak yang melakukan. Read the rest of this entry »

Mengulas musik Indonesia memang seperti tiada habisnya. Dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan. Berbagai perubahan  yang telah terjadi terkait dengan musik Indonesia, baik soal metode menyanyikan (yang akhirnya melahirkan bentuk musik baru), teknik memainkan musik hingga hal yang berkaitan dengan  bisnis musik itu sendiri (industri). Ada banyak literasi yang menyebutkan jika musik Indonesia berkembang  sejak tahun 50-an, yakni sejak munculnya perusahaan rekaman  pertama di Indonesia, “Indonesian Music Company Limited”, yang dalam perkembangnnya banyak menghasilkan rekaman musisi Indonesia dalam bentuk Vinyl (piringan hitam). Dokumen lain  malah ada yang menyebutkan, musik Indonesia lahir dan berkembang bersama dengan masa pendudukan Belanda. Alat perekam “Gramofon Columbia” diboyong Belanda menjadi alat produksi “ekspansi” musik barat ke Indonesia. Sejumlah tembang-tembang Belanda lahir bersamaan dengan lagu berbahasa Indonesia (bernuansa irama melayu) seperti “Opname Paling Baroe”, “Terang Boelan”, dan “Krontjong Boeroeng Nori”.
Read the rest of this entry »

Terjun secara total dalam sebuah Industri musik, salah satunya dilakoni oleh Piyu. Pemilik nama lengkap Satriyo Yudi Wahono melakoni banyak profesi sebelum akhirnya sukses dan  terkenal di jagad musik Indonesia. Satu hal yang filosofi yang dia terapkan dalam karirnya adalah “selalu mendekatkan kepada “sesuatu” yang diinginkan secara sungguh-sungguh”. Ya, mindset yang ada dalam fikirannya menjadi sebuah doa untuk mewujudkannya. Dan memang banyak mimpi yang pernah dibayangkan terkabul dengan  mindset sukses yang kuat. Read the rest of this entry »

Bagi band yang tadinya dituduh plagiat, kemudian secara sadar melakukan reposisi brand-nya dan sukses, salah satunya adalah J-Rock. Ya, disadari, banyak publik yang melontarkan kritik terhadap kemunculan band ini tahun 2003 yang dinilai mirip dengan L’Arc En Ciel. Sebuah band rock asal Jepang.

“Jika ada orang  yang mengatakan kami adalah plagiat L’Arc En Ciel, mungkin mereka belum mengerti arti plagiat yang sesungguhnya,” ujar Iman Taufik Rachman, vokalis J-Rocks. Read the rest of this entry »

Membincang legenda musik rock Indonesia, tidak bisa dilepaskan dengan adanya Ucok AKA Harahap. Pergulatannya dengan musik rock bisa dibilang melalui proses yang cukup lama. Perjalanan karirnya yang pasang-surut, tidak lantas membuat dirinya berhenti jadi anak rock.

Kisah fenomenal atraksi Ucok diatas panggung menjadi cerita turun temurun para penggila musik cadas tanah air. Aksi minum darah kelinci, mengusung peri mayat, hingga berlari dan meloncat diatas panggung menjadi sajian seru para penikmat musiknya saat itu.
Read the rest of this entry »

Dalam satu tahun terakhir, panggung musik Indonesia telah kehilangan sejumlah musisi, dan penyanyi berkualitas. Diantara mereka yang pergi keharibaan Sang Maha Pencipta adalah Ilham (bassist  Funky Kopral), Kris Biantoro, Ricky Jo (Emerald band), A. Rafiq (penyanyi dangdut), dan Pungky Deaz (Power Metal). Dalam tulisan yang singkat ini penulis ingin sekedar  mengulas, dan mungkin mengingatkan,  betapa kesibukan berkarya terkadang menjadikan masalah kesehatan menjadi terabaikan. Read the rest of this entry »

Pemain drum studio Ricky Lawson dikabarkan meninggal dunia pada Senin (23/12) dalam usia 59 tahun. Lawson merupakan musisi yang pernah berkolaborasi dengan musisi seperti Michael Jackson, Eric Clapton, Phil Collins, dan Whitney Houston. Lawson meninggal di rumah sakit Los Angeles setelah mengalami pembesaran arteri otak. Menurut paman dari Lawson, Paul Rise, Lawson dilepaskan dari alat penunjang hidupnya 10 hari setelah diagnosis pembesaran arteri otak, kemudian meninggal pada pukul 7 malam. Ia dirawat di Pusat Medis Long Beach memorial, California.
Read the rest of this entry »

Sejarah musik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari nama “Lokananta”. Perusahaan rekaman tertua di Indonesia itu menghasilkan puluhan ribu album dari banyak musisi Indonesia, misalkan Gesang, Bing Slamet, Waldjinah, Ki Nartosabdho,  Bubi Chen, Titiek Puspa,  juga rekaman pidato kenegaraan Presiden Soekarno.

Namun karena tingkat persaingan di industri rekaman makin sengit, Lokananta yang  menjadi bagian dari Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI)  itu sepertinya tidak sanggup menandingi kedigdayaan perusahaan label rekaman yang banyak bermunculan, baik yang lokal maupun “franchise” dalam jaringan label internasional. Permintaan pasar (demand) yang sangat minim menyebabkan Lokananta lambat-laun mengerem produksi, dan kemudian berhenti. Read the rest of this entry »

fotodiriKehadiran pagelaran musik Jazz di tanah air, bagi para penggemar Jazz di Indonesia, tentu menjadi moment yang ditunggu-tunggu. Apalagi yang  tampil adalah musisi Jazz ternama, baik dalam dan luar negeri. Dari sejumlah ajang yang digelar, panitia-dalam hal ini event organizer- banyak yang menuai sukses. Sponsor banyak yang membanjiri, media massa (termasuk sosial media) ramai membincangkan, belum lagi berbagai bentuk promosi lain yang dibuat dan  makin membuat banyak orang tahu, lalu berkeinginan hadir. Bahkan, ada seorang pengamat musik mengatakan; pagelaran Jazz kini seperti sebuah lifestyle. Mereka yang tidak menonton, dianggap nggak gaul. Read the rest of this entry »

  • Categories

  • Recent Posts

  • Recent Comments

  • Archives

  • April 2014
    M T W T F S S
    « Mar    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Strategic Partner

    banner-cinmi-gede

    Banner-MAXWEB-Band

  • Links




      Lysthano Srl





      Megapasar-banner-small

    Design: Partnership group. Theme: Sweetbox & Poker online casino.